Selasa, 07 Agustus 2018

Pariwisata Budaya Karapan Sapi yang Berasal Dari Pulau Madura



Katol Barat - Karapan sapi merupakan kesenian yang berasal dari Pulau Madura, tepatnya Pulau Sapudi yang terletak di ujung timur Pulau Madura. Pulau Madura terdapat beberapa kabupaten meliputi Bangkalan, Sampang, Pamekasan dan Sumenep. Oleh karena karapan sapi berasal dari Pulau Madura, maka tradisi ini telah menjadi identitas bagi Pulau Madura selain dikenal sebagai Pulau Garam. Karapan sapi merupakan kesenian yang sudah ada sejak sebelum abad 15 Masehi.
Pada 05 Agustus 2018 kesenian karapan sapi dilaksanakan di Desa Katol Barat Kecamatan Geger Kabupaten Bangkalan tepatnya di lapangan Serang Anom. Desa Katol Barat merupakan salah satu desa yang ada di Kecamatan Geger Kabupaten Bangkalan yang mempunyai lapangan karapan sapi.
Karapan sapi berarti balapan sapi, atau adu balap sapi. Dalam karapan sapi, biasanya sapi – sapi yang dilombakan didandani dengan berbagai macam aksesoris. Ada yang dipasangi semacam, kalung warna – warni dilehernya (seperti kalung yang biasa dipakaikan pada kuda yang menarik delman), atau mahkota di seputar kepalanya (seperti mahkota dari rotan dan jemari), sehingga terlihat lebih menarik. Selain itu, sapi-sapi tersebut juga diberi makan yang berbeda dari sapi perah atau sapi pembajak. Sapi balapan diberi pakan ternak yang mengandung gizi tinggi serta obat-obatan untuk menangkal penyait maupun vitamin.
Keunikan dari karapan sapi adalah bagaimana memilih dan membentuk sapi kerap (istilah untuk sapi yang dijadikan balapan) yang dapat berlari cepat dan kencang. Keunikan yang lain adalah pada waktu perlombaan berlangsung, dua sapi berlomba melawan dua sapi lainnya dengan dinaiki oleh seorang pria yang dengan gagah perkasa menghela sapi dari atas kayu kecil yang ditarik sapi tersebut.
Dulu, karapan sapi diadakan sebagai bentuk rasa syukur dan ungkapan gembira masyarakat Madura. Karapan sapi biasanya diselenggarakan setiap kali masyarakat selesai panen raya. Karapan sapi bagi sebagian besar masyarakat Madura bukan sekedar tradisi adu cepat lari sapi memasuki garis finish, tetapi adu kekuasaan. Ada kebanggan tersendiri bagi psetiap pemilik sapi balap jika sapi yang telah dirawatnya menjadi pemenang. Mereka juga menyakini bahwa setiap pemilik sapi yang menjadi juara akan dianggap sebgai orang terpandang di mata masyarakat setempat.
Pada zaman modern saat ini karapan sapi masih menjadi sebuah budaya yang sangat kental di Pulau Madura. Tetapi karapan sapi saat ini tidak hanya diselenggarakan untuk merayakan panen, tetapi juga untuk membuktikan bibit sapi yang paling unggul.
Lomba karapan sapi biasanya dilaksanakan pada saat Hari Kemerdekaan atau Hari Libur. Pada perlombaan ini, sepasang sapi yang menarik semacam kereta dari kayu (tempat joki berdiri dan mengendalikan pasangan sapi tersebut) dipacu dalam lomba adu cepat melawan pasangan – pasangan sapi lainnya. Lomba karapan sapi dilakukan secara berjenjang, mulai dari tingkat kecamatan, eks kewadenan, tigkat kabupaten hingga tingkat eks karesidenan.
Bagi masyarakat Madura, karapan sapi adalah hajatan besar tahunan, termasuk mereka yang hidup diparantauan. Biasanya, masyarakat Madura yang berdomisili di luar Madura menyempatkan diri untuk menyaksikan balapan sapi.

Posting Komentar

Start typing and press Enter to search